Minggu, 03 Februari 2013

Mobil Goyang Di Depan Rumah Maharani Suciono




Moestopo Bantah Maharani Mahasiswinya
Jumat, 1 Februari 2013 09:58 WIB

JAKARTA, Jaringnews.com - Dalam penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap impor daging, yang melibatkan PT Indoguna Utama, turut ditangkap seorang wanita cantik yang bernama Maharani. Perempuan tersebut diduga salah satu mahasiswi di Universitas Moestopo. Namun pihak Moestopo tak yakin, jika Maharani yang ditangkap oleh KPK itu merupakan mahasiswi yang menimba ilmu di kampus mereka. "Memang isu yang berkembang Maharani adalah mahasiswi Moestopo, secara resmi kita belum menyatakan benar. Kenapa? Karena begitu kita cek nama Maharani di Fikom itu ada 6, jadi maharani yang mana?," kata Wakil Dekan Fikom Moestopo, Syaefullah Masum saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta (1/02).

Saat ditanya lebih lanjut kebenaran foto-foto Maharani yang beredar, pihak Moestopo menampik kalau foto itu adalah Maharani mahasiswinya. Lantaran, lanjut Syaefullah, foto itu tidak jelas sehingga dia tidak dapat memastikan. "Foto itu kan banyak yang ketutup dan dalam kondisi begitu. Kalaupun benar mahasiswi kami, itu tidak berkaitan dengan kampus," terangnya.

Namun, apabila memang benar Maharani adalah mahasiswi Moestopo, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi ataupun mengeluarkan Maharani. Sebab, tambah dia, pekerjaan wanita penghibur sulit dibuktikan. "Kalau narkoba kita bisa menindak, karena ada alat ukur yang jelas. Namun jika wanita penghibur bisa saja terjadi di seluruh kampus. Kita enggak bisa menyikapi itu, enggak ada alat ukurnya," tutupnya.

Seperti diketahui Maharani diduga digunakan sebagai pelicin untuk memuluskan suap yang dilakukan oleh PT Indoguna Utama. Dikabarkan pula, Maharani dibayar Rp 10 juta per malam untuk menemani tersangka Ahmad Fatanah. Dan diduga pula Maharani merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Moestopo Beragama Jakarta.

http://www.jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/33342/moestopo-bantah-maharani-mahasiswinya


Maharani Suciono


Maharani, wanita 'mascot' elit PKS?

Rani Pernah Bermain 'Mobil Goyang' di Depan Rumahnya
Sabtu, 02 Februari 2013 , 16:05:00


Rumah Rani terletak di dalam area SDN Batu Ampar 12 Kramatjati, Jaktim terlihat asri. Lokasi kediaman Maharani yang tak jauh dari rumah bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, sekitar 1/2 km saja!. Foto: Thomas Kukuh/JPNN

JAKARTA - Meski beberapa tetangga menganggap Maharani Suciyono adalah anak yang baik dan selalu bersosiaolisasi, ternyata ada warga mengganggap Rani adalah perempuan yang nakal. Bahkan warga mengaku pernah mendapati Rani melakukan perbuatan tidak senonoh di depan rumah ibunya di komplek SDN Batu Ampar 12 Kramatjati Jaktim. Tetangga Rani bernama Nanang Sapta mengungkapkan, kejadiannya tersebut sekitar setengah tahun lalu. Saat itu sekitar pukul 02.00 dini hari sebuah mobil MPV terparkir di halaman sekolah tersebut dan mengahadap ke rumah Rani.

Warga awalnya tidak menaruh rasa curiga. Sebab, menurut mereka, sejak lama perempuan kelahiran Kuningan itu kerap pergi dan pulang hingga dini hari. "Sering dijemput dan diantar mobil," kata Nanang. Nah kala itu warga mulai curiga lantaran mobil yang mengantar Rani pulang itu tidak kunjung pergi. Mobil itu diparkir di halaman sekolah. Rani dan temannya tidak kunjung turun dari mobil warna hitam tersebut.

Diam-diam warga mengamati. Akhirnya sekitar 30 menit kemudian, mobil yang masih terparkir itu ternyata bergoyang-goyang. Warga pun emosi. Untungnya mereka masih bisa menahan diri lantaran ibu Rani adalah adalah seorang guru di SD tersebut. "Akhirnya saya sambit aja pakai batu. Itu pasti ngelakuin yang enggak-enggak. Apalagi yang nganter cowok," kata Nanang. Sadar bahwa aktivitas mereka tercium warga, Rani pun langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke rumah. Mobil itu juga tunggang-langgang pergi dari area sekolah.

Seperti diketahui, Rani hidup bersama ibunya, Engkun Kurniasih yang masih aktif sebagai guru SDN Batu Ampar 12. Di sana Engkun menempati rumah dinas guru. "Saya melempar mobil itu karena nggak mau berbuat aneh-aneh di wilayah ini," kata Nanang. Rani ditangkap KPK di lift lobi Le Meridien bersama Ahmad Fathana, Selasa (29/1) malam lalu. Ahmad menemui Rani setelah menerima uang suap dari bos PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Aria Abdi Effendi yang diduga untuk Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq. Dari informasi di KPK, Rani sempat diamankan beserta uang Rp 10 juta. Namun Rani disebut mengembalikan uang yang diterimanya dari Ahmad.

Rani, perempuan yang ditangkap bareng kurir suap Ahmad Fathana di Hotel Le Meridien, Selasa (29/1) malam lalu sempat kebingungan setelah dilepaskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rani -panggilan Maharani- yang keluar dari KPK menggunakan taksi, Kamis (31/1) dini hari, sampai tak berani pulang ke rumah. Juru Bicara KPK, Johan Budi mengungkapkan, Rani dilepas karena tidak ada kaitannya dengan kasus suap impor daging sapi itu. "Ia hanya teman AF, tidak ada hubungannya dengan kasus yang kita tangani," ucap johan di KPK, Kamis (31/1) dini hari

http://www.jpnn.com/read/2013/02/02/156735/Rani-Pernah-Bermain-Mobil-Goyang-di-Depan-Rumahnya-

Rumah Rani Hanya 500 Meter dari Kediaman Bekas Presiden PKS
3 Februari 2013 - 02.33 WIB


Luthfi Hasan Ishaaq (tengah)

Terungkapnya dugaan penyuapan impor sapi menjadi musibah besar bagi PKS. Selain melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq, mantan presidennya, KPK juga menangkap seorang perempuan seksi di sebuah hotel bersama dengan teman dekatnya, Ahmad Fhatanah. PULUHAN wartawan masih tetap setia menunggu dan mengamati rumah sederhana bercat hijau yang pintunya terkunci rapat. Tak sedikit yang nekat mengetuk pintu dan berteriak berharap ada balasan dari dalam rumah. ‘’Bu permisi,’’ seru seorang wartawan online nasional itu, Sabtu (2/2). Harapan mereka sia-sia. Meski beberapa lampu di rumah itu menyala, tak ada jawaban dari dalam.

Ya, itu adalah rumah Engkun Kurniasih orangtua Maharani Suciyono. Maharani yang biasa disapa Rani adalah perempuan yang ikut ditangkap KPK bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien Rabu (31/1) lalu. Fathanah, disebut-sebut orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

http://www.riaupos.co/print.php?cat=12&id=23636

Kampus Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama)


Kampus Univ Moestopo (beragama)

Terlibat Tindak Asusila, Kampus Moestopo Siap DO Maharani
Kamis, 31 Januari 2013 15:54 wib

JAKARTA - Keterlibatan Maharani Suciono, mahasiswi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam penangkapan tersangka suap impor daging oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) termasuk pelanggaran berat dalam dunia akademik. Pihak kampus UPDM(B) pun mengaku siap memberi sanksi tegas kepada Maharani Suciono. Menurut Humas UPDM(B) Gunawan, sebelum ditangkap KPK di hotel Le Meridien, Selasa, 29 Januari lalu, pihak kampus sebenarnya sudah mempertimbangkan akan mengeluarkan (drop out) Maharani. Pasalnya, selama satu semester mengikuti perkuliahan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UPDM(B), nilai-nilai Maharani di bawah rata-rata.

Gunawan menjelaskan, kebanyakan persentase nilainya di bawah 50 persen, hanya mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar yang nilainya cukup bagus. Bahkan, Maharani ternyata tidak mengikuti mata kuliah Pancasila satu kali pun. "Ditambah dengan kasus ini, maka sanksi yang kami jatuhkan akan tegas," kata Gunawan, ketika dihubungi Okezone, Kamis (31/1/2013). Namun, Gunawan mengaku, pihak UPDM(B) juga akan menghubungi pihak keluarga Maharani terkait kasus tersebut. Pimpinan kampus pun, imbuhnya, akan merundingkan sanksi tegas apa yang paling sesuai untuk mahasiswi angkatan 2012 tersebut.

Maharani Suciono ikut ditangkap KPK bersama Ahmad Fathanahdi hotel Le Meridien. Ahmad Fathanah disebut-sebut terkait kasus suap impor daging yang melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Dalam penangkapan tersebut, KPK mengamankan uang yang nilainya ditaksir mencapai Rp1 miliar. Uang pecahan Rp100 ribu itu disimpan dalam dua kantong plastik berwarna putih dan hitam. Setelah tidak terbukti terlibat dalam kasus yang sedang diselidiki KPK, Maharani pun dilepaskan.

http://kampus.okezone.com/read/2013/01/31/373/754665/terlibat-tindak-asusila-kampus-moestopo-siap-do-maharani

----------------------------------------------



Bijimanapun, barang lokal pastilah lebih 'nyaman' ketimbang barang impor, gan!
Cintailah ploduk-ploduk dalam negeli!




 Sumber dari http://kask.us/g5xr1 oleh vboten




Nama Mahasiswi Universitas Moestopo
(Beragam) Maharany Suciyono (19) belakangan ramai diperbincangkan. Wanita cantik bertubuh sintal ini tertangkap KPK saat bersama Ahmad Fathanah yang diduga menerima suap kasus daging impor yang melibatkan politikus PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Belum diketahui sejauh apa keterkaitan Rany dalam kasus ini. Tapi kehadirannya malah membuat kasus ini semakin menarik.

Tetangga Rany di kawasan Jl Kramat Jati, Jakarta Timur, memang tak terlalu mengenal perempuan berambut panjang ini. Hanya saja, mereka kerap melihat Rany berpenampilan seksi, celana pendek, baju ketat, sekali pun dia berada di rumah.

Nanang, tetangga Rany menceritakan teman-teman Rany memang sering datang ke rumahnya. Mereka membawa mobil-mobil mewah.

Suatu hari, warga pernah geram dengan ulah Rany. Kala itu Rany kedatangan teman pria yang diduga warga sebagai pacarnya dan membawa mobil. Kemudian keduanya masuk ke dalam mobil itu.

Setelah beberapa saat, warga kemudian melihat mobil itu bergoyang. Tukang ojek yang ada tepat di depan kediamannya Rany dan tak jauh dari lokasi, langsung menimpuk mobil itu hingga membuat kekasih Rani kabur.

"Pernah waktu Rany pacaran, mobil yang dipake goyang. Warga kesel terus ditimpuk, cowoknya langsung kabur," papar Nanang yang juga berprofesi sebagai tukang ojek. Febri, tetangga Rany lainnya juga mengamini pernyataan Nanang. Sepengamatannya, Rany memang senang berpakaian seksi begitu juga teman-teman Rany yang datang ke rumah itu.

"Temannya dengan pakaian seksi juga sering dateng, biasa mobil Honda Jazz kalo nggak Sedan Putih," kata Febri.

Seharian ini, orang Rany memang terlihat sepi. Diduga Rany sekeluarga sudah tak di rumah itu. Febri tak melihat kapan Rany ataupun orang tuanya keluar dari rumah itu. Tapi sepengetahuan Febri, Rany punya bapak angkat bernama Mardio yang kerap datang ke kediamannya.

Pada Jumat (1/2) pagi kemarin, Rany masih sempat memberi keterangan kepada wartawan saat ditanya apa yang terjadi sebenarnya saat itu. Dia mengaku baru mengenal Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien.

Tiba-tiba keduanya disergap petugas KPK saat makan malam di hotel berbintang itu. Dari tas Rany petugas juga menemukan uang Rp 10 juta yang diduga pemberian dari Ahmad Fathanah.

(mdk/lia)

sumber

http://m.merdeka.com/peristiwa/kesaksian-warga-pernah-pergoki-maharany-di-mobil-goyang.html

maharany jago menggoyang rupanya

Sumber dari http://kask.us/g5x4D oleh palolowe

Maharani Suciono Tidak Sudi Terima Uang Korupsi

Maharani Suciono Mahasiswi Kampus Yang Nakal

Foto HOT Maharani Suciono Mahasiswi Dr Moestopo (Lengkap)

Foto Maharani Mahasiswi Cantik Yang Dibebaskan KPK

Kisah Ayam Kampus Layani Dosen Demi Nilai Kuliah




1 komentar :

pusi mengatakan...

mahasiswa belanjaannya ZARA bow.... ckckck

Poskan Komentar